PROBOLINGGO – Sejumlah pelajar SMA/MA/SMK di Kota Probolinggo yang tergabung dalam Kader Demokrasi, terus dibekali pengetahuan mengenai demokrasi dan pemilu. Dengan pembekalan yang intensif, diyakini keterlibatan mereka dalam proses transisi demokrasi melalui akan lebih optimal. Hal itu disampaikan Ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal, Kamis (25/6/2026). “Keterlibatan kita semua dalam arena Pemilu sebenarnya tidak sebatas memilih di TPS. Ruang keterlibatan kita sesungguhnya sangat luas, termasuk di antaranya secara sadar dan aktif menjadi bagian dari Kader Demokrasi,” jelasnya. Diketahui, KPU Kota Probolinggo Bersama Bawaslu dan Bakesbangpol setempat mengisiniasi sebuah komunitas bernama Kader Demokrasi. Mereka ini terdiri dari perwakilan masing-masing sekolah di Kota Probolinggo. Baik SMA/SMK/MA negeri maupun swasta. Komunitas ini dibentuk resmi melalui SK Walikota nomor 100.3.3.3/500/KEP/425/012/2025 tentang Kader Demokrasi Kota Probolinggo tertanggal 31 Desember 2025. Struktur dalam SK tersebut juga melibatkan instansi lainnya seperti Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo dan Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo. Total, ada sekitar 21 pelajar yang tergabung dalam komunitas yang kemudian diberi nama Forum Democraft tersebut. “Karena besarnya tanggungjawab kita bersama, maka dari itu kami merasa perlu mengundang adik-adik semua bersama dengan guru pendamping untuk me-review tugas dan tanggungjawab masing-masing,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Muhammad Sonhadji mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para Kader Demokrasi. “Silakan dimanfaatkan dengan baik kesempatan ini. Karena tidak semua pelajar mendapatkan edukasi yang sama seperti kalian,” katanya. Hal senada disampaikan anggota Bawaslu Kota Probolinggo Putut Gunawarman Fitrianta. Ia menegaskan bahwa Kader Demokrasi nantinya diproyeksikan sebagai agen perubahan sosial. “Terutama dalam upaya peningkatan pemahaman pemilih pemula dalam setiap proses demokrasi,” tegasnya. Sementara itu, kegiatan pembekalan tersebut dimanfaatkan pula sebagai ajang diskusi. Seperti halnya yang disampaikan Koordinator Umum Beryl Rasendriya Bhadaf. Ia optimis komunitas tersebut memberikan dampak positif. “Tentunya dengan dukungan Bakesbangpol, KPU, Bawaslu, dan sekolah,” ujar siswi MA Negeri 2 Kota Probolinggo tersebut.